miam09's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Misteri Hati

December18

Masih dalam proses……………

posted under Mia Maesaroh | 1 Comment »

TARGET

December12

PKM-GT Tahun 2011

posted under Mia Maesaroh | 1 Comment »

Riwayat Pendidikan

November29

TK Tunas Harapan                         Tahun 1995-1997

SDN 1 Winduraja                            Tahun 1997-2003

SMPN 1 Kawali                                Tahun 2003-2006

SMAN 1 Kawali                               Tahun 2006-2009

Institut Pertanian Bogor           Tahun 2009-sekarang

posted under Academic | No Comments »

Biodata Saya

November27

Nama Lengkap : Mia Maesaroh

Nama Panggilan : Mia

NRP : G44090019

Tempat, Tanggal Lahir : Ciamis, 11 November 1990

Alamat Asal : Jalan Panjalu 18 Kawali, Ciamis

Alamat Kost : Puri Mawar 4, Cibanteng Raya

Hobi : Nonton

Email : mia_chemist46@yahoo.com

Prestasi Saya

November27

SD
Finalis Kaligrafi se-Kecamatan Tahun Ajaran 1999-2000
Finalis Lomba Matematika Tahun Ajaran 2001-2002
Finalis Siswa Teladan se-Priangan Timur

SMP
Juara I Olimpiade Matematika Tingkat Sekolah
Juara II Lomba Pidato Keagamaan Tingkat Sekolah Tahun Ajaran 2005-2006
Peserta Pasiad II Tahun Ajaran 2005-2006
Peserta Lomba Baris-Berbaris Tahun Ajaran 2005-2006

SMA
Juara I Olimpiade Sosiologi Umum Tingkat Sekolah Tahun Ajaran 2006-2007
Juara Harapan I Olimpiade Kimia Tingkat Sekolah Tahun Ajaran 2006-2007
Juara I Olimpiade Kimia Tingkat Sekolah Tahun Ajaran 2007-2008
Juara I Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten Tahun Ajaran 2007-2008
Pesera Olimpiade Sains Tingkat Provinsi Tahun Ajaran 2007-2008

Perguruan Tinggi
Finalis LKTIA se-Nasional Tahun Ajaran 2010-2011

posted under Prestasi | No Comments »

Alasan Saya Masuk Departemen Kimia IPB

November22

Sebuah pertanyaan yang sebenarnya standar, tetapi setelah ditelaah lebih dalam pertanyaan itu cukup membuat otak saya terpakai beberapa persen. Pertanyaan yang dimaksud adalah “Kenapa Anda masuk Departemen Kimia IPB?”. Saya akan mencoba membuat pernyataan tentang alasan saya masuk Departemen Kimia IPB.

Semua berawal dari sebuah brosur yang dikirim ke sekolah saya, saat itu saya belum mendapatkan brosur dari universitas lain. Brosur tersebut beridentitas Institut Pertanian Bogor. Saat membacanya saya tidak ragu lagi mendaftarkan diri. Persyaratan telah lengkap, tetapi dalam kolom pemilihan jurusan masih belum terkena tinta sedikit pun. Hal tersebut dipertanyakan oleh guru yang membimbing saya.  Saya menyatakan bahwa masih bingung dalam penentuan jurusan. Guru saya tersebut memberikan solusi agar saya bisa lebih mudah memilih, yaitu saya disuruh Sholat Istikharah. Detik-detik terakhir menjelang pengiriman berkas, saya mendapat ilham bahwa saya harus menggerakan pena saya ke kotak pilihan jurusan Kimia atau di IPB disebut Departemen Kimia. Keputusan saya berlandaskan karena saya suka Kimia dan ternyata keputusan yang saya ambil tidak sia-sia.

Saya diterima di Departemen Kimia, IPB. Hasil tersebut membuat saya semakin tertantang untuk terus menyukai Kimia. Namun, saya merasa masih ada sedikit keraguan apakah saya mampu menjalaninya. Berkat dorongan guru, orang tua, dan teman-teman akhirnya saya bertekad menekuni Kimia.

Apa itu Kimia?

Kesan yang popular kimia adalah tabung reaksi, atom, bau-bauan yang aneh dan menyengat, ledakan bom, pencemaran lingkungan, dan kesan–kesan negatif lainnya. Padahal, ilmu kimia berperan penting dalam mendukung perkembangan industri. Kemajuan industri ini membawa kesejahteraan dan banyak kemudahan bagi umat manusia.

Kimia merupakan ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul, serta perubahan atau transformasi, serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia sebagai “ilmu pusat”, karena menghubungkan berbagai disiplin ilmu lain. Tahukah Anda mengapa kimia disebut sebagai ilmu pusat? Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu, sehingga prospek kerjanya luas (http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia).

Sumber: www.google.com

Fakta tersebut menginspirasi saya untuk mengambil Departemen Kimia, meskipun menurut orang-orang bahwa kimia itu susah untuk dipelajari. Namun, pendapat orang-orang tersebut saya hiraukan karena menurut saya kimia merupakan pelajaran yang sangat menarik. Materi kimia membuat saya tertarik untuk terus mengenalnya lebih dalam sampai keakar-akarnya. Saya telah mencintai kimia,meskipun awalnya saya ragu memilihnya

Rasa cinta saya terhadap kimia semakin memuncak di kala membaca sebuah puisi dari seorang guru kimia, yaitu:

Cinta Kimia

Ketika hatiku pengap bagai di ruang asam
kau datang membawa kesegaran aroma asam butirat
Tapi jangan khawatir cinta kita bisa dikatalis pake selen supaya
cepat tumbuh. Masih ingatkah engkau waktu penetapan kadar protein?
nah, selenium dan asam sulfat bisa membuat daya dobrak pemanasan
makin oke..

Jika masih belum puas dan percaya dengan keyakinan cintaku padamu,
bawalah indikator phenol ptalein, celupkan di dasar hatiku, jika
berubah warna, maka itu artinya cintaku palsu. dan itu tidak akan
terjadi padaku:-)

Tapi adikku, jangan kau balas cintaku dengan keputusan serumit rantai
DNA, apalagi jika aku tak punya enzim semangat untuk memutus
rangkaian itu. Daripada kau buat rekayasa genetika di lab tanaman,
lebih baik buat rekayasa cinta seperti yang dinyanyikan Camelia
Malik…………………………………………………………….

http://gurukimia.blogspot.com/2008/04/cinta-kimia.html

Puisi tersebut sangat menggugah hati saya untuk terus mencintai kimia sampai akhir hayat.

Alasan lainnya, karena kimia sangat bersahabat dengan segala disiplin ilmu dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak. Tahukah Anda apa saja manfaat belajar kimia? Telah saya sebutkan tadi di atas bahwa Ilmu Kimia sebagai “ilmu pusat”, sehingga dengan kita belajar kimia kita dapat dengan lebih mudah mempelajari berbagai disiplin ilmu. Selain itu, konsep-konsep Kimia dapat membantu saya dalam menggunakan bahan-bahan kimia secara aman dan tepat. Dengan menguasai Ilmu Kimia secara utuh dan menyeluruh, saya akan mengenal alam semesta lebih mendalam lagi. Alam semesta ini menyimpan semua pengetahuan yang harus saya cari dan alam semesta ini telah diatur sedemikian rapihnya  dengan desain yang luar biasa hebatnya. Dengan demikian, dengan Ilmu Kimia itu semua dapat dibuktikan dan saya akan semakin memahami makna kemahabesaran Alloh SWT. yang tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Sungguh suatu keberuntungan saya masuk Departemen Kimia.

Selain itu, menurut saya Kimia itu unik.

Ga percaya?

Ya, memang sulit dipercaya. Namun, Anda harus percaya.

Kimia tuh bagai barang antik yang banyak dicari orang.  Semakin tinggi tingkat perkembangan aplikasi Kimia, semakin tinggi kualitasnya pula. Tentunya semakin tinggi pula harga yang ditawarkan. Masih ga percaya? Atau malah penasaran? Baca selengkapnya…

Wow, Kimia tuh tidak akan lepas dari kehidupan kita. Telaahlah bahwa tubuh kita juga tidak akan pernah cerai dari yang namanya reaksi kimia. Misalnya, proses mengalami perasaan CINTA. Kenapa sih perasaan CINTA muncul disaat kita mengenal lawan jenis? Dilihat dari sudut pandang sains bahwa rasa CINTA itu dipengaruhi oleh kerja hormon. Dengan dasar ‘segala kegiatan yang dilakukan manusia baik secara sadar maupun tidak sadar, ada peran hormon dibalik itu semua’. Nah, berdasarkan definisi yang tercantum pada wikipedia, hormon adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel. Tiap rangsangan yang melalui pesan tersebut dalam tubuh kita tentunya melibatkan reaksi kimia.

Menurut Larry Young, profesor ilmu saraf di Emory University di Atlanta, Georgia, cinta dapat dijelaskan dengan serangkaian peristiwa neurokimia di bagian otak tertentu. Jika pendapat ini benar, maka orang tidak perlu bergantung pada cokelat atau tiram untuk membangkitkan perasaan cinta.  Para peneliti telah menemukan bahwa hormon oksitosin terlibat dalam ikatan laki-laki dan perempuan, membentuk suatu ikatan yang kuat satu sama lain untuk waktu yang sangat lama. Dan ada studi pada manusia yang menunjukkan meningkatnya oksitosin dapat menciptakan kemampuan untuk membaca emosi orang lain (www.gpfarmasi.org). Begitulah penyebab munculnya rasa CINTA yang dilihat dari sudut pandang sains. Sungguh kimia tuh sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita. Kimia tidak akan pernah habis untuk dikaji sampai kapanpun.

Do You Like Chemistry? Yes, ……………

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia

www.gpfarmasi.org

http://gurukimia.blogspot.com/2008/04/cinta-kimia.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon

http://otomotifnet.com/microsite/iims2009/?p=645

posted under Academic | 13 Comments »